Selamat datang Vandalist Lovers
go to my homepage
Go to homepage
Tampilkan postingan dengan label sejarah musik.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah musik.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

0 ACARA MUSIK BULAN MARET


=========
EVENT 02 MARET 2012
=========
= Include =
*Membawakan 2 lagu (bebas)
*Dapat Jadwal Promo dan Interview
di AREA MUSIK RADIO [AMR] selama 1 jam penuh.
==
Tempat: JAPOS CINERE Garden Restaurant
(Jl. Jati raya timur no.8 Cinere Pangkalan jati)
Acara: Jum’at 02 Maret 2012
Pukul: 15:00.pm s/d Selesai
tehnical meeting: Kamis 01 Maret 2012 18:30.pm
==
Guest Stars:
COCOBOX
R E B E L
S.T.A.R
Rio The Virgin (Solo Drums)
==
Registrasi: 150.rb
SmS:
Angga: 0857-6810-7588
Dini: 0838-9858-1609
Area Musik MEDIA: 021-753-000-8

Selasa, 24 Januari 2012

0 STUDIO MUSIK TERBAIK

halo temen2... 
udah lama nih ane gak posting blog,, hhee..
maklum skrng sibuk ngojek payung,,
oia,, buat tmn2 yg hobi musik dan ngeband bisa mampir ke studio baru ane yang beralamatkan di jl.PLN raya Gandul no.26A , CINERE - Depok
nih,, buat yang mau booking studionya bisa langsung mampir ke web ini: www.studio.areamusik.com
dijamin MURAH ..!!! tapi ga murahan..
udah banyak kok tmn2 band dr berbagai daerah yang udah nikmatin hasilnya,,,
okay,, bgitu aja postingan gue kali ini..
sori yaa,, ane udah ga bkin / posting CHEAT GAME atau HACKING lagi,, 
TOBAAAATTT...!!!
jang lupa jg mampir ke : www.cocoboxband.com COCOBOX INDONESIA

Minggu, 25 Desember 2011

0 COCOBOX INDONESIA (band rock Progressive 2012)

COCO-BOX, berawal dari kata kobokan / tempat mencuci tangan dalam suatu wadah yang berisi air bersih. tapi yang dimaksud oleh mereka adalah mengobok-obok lagu atau karya cipta suatu band yang sudah populer, karena sebelum mereka membentuk band "COCO-BOX" semua para personil berawal dari Festival musik rock. dan secara langsung maupun tidak langsung mereka telah merubah aransment dan komposisi musik hingga merubah warna musik itu sendiri berbeda dengan aslinya. Berawal dari tiga algojo yang dulunya mengusung band modern popchestra yaitu; Asback, Donnie, dan Boik. Tiga algojo ini telah merasakan kejenuhan saat mengusung band yang bergenre POP. Dan pada saat itu terjadilah komitment tiga algojo itu membentuk band yang bergenre "Modern RockChestra". Dengan diawali Asback sebagai Bassis + Vocalist, Donnie sebagai Drumers, dan Boik sebagai gitaris. Hanya selang dua bulan mereka merasakan kejenuhan karna kosongnya instrument dan komposisi yang kurang padat. Dan pada tanggal 27 Oktober 2011 terbentuklah band COCO-BOX yang menyajikan musik-musik modern rock dengan datangnya Dua personil yang care dengan tiga algojo tersebut berikut satu visi dan misi mereka yang sama. Dan kini COCO-BOX terbentuk dengan lima personil yaitu; Paul (Vocal), Asback (Gitar), Boik (Gitar), Donnie (keyboard), Akbar (Bass), Kuya (drums). yang tergabung dalam Area Musik Management " www.areamusik-management.com " (AMG) yang memiliki Visi untuk memajukan musik rock dengan gaya modern serta sentuhan-sentuhan Orchestra yang dapat memikat para penikmat musik Indonesia. kisah selanjutnya klik disini>>> COCOBOX

Selasa, 11 Oktober 2011

0 MAU PROMO BAND KAMU DI RADIO?

==============
MAU PROMO BAND KAMU DI RADIO..!!!!
==============
*areamusik.com bekerja sama dengan radio LESMANA 100.1 FM Bogor membuka kesempatan bagi rekan-rekan musisi INDIE yang sudah menjadi member www.areamusik.com untuk mempromosikan karya2nya dengan harga special dalam Program Hotstuff Lesmana 100.1 FM Bogor.
==============
Syarat dan ketentuan:
* Melakukan Registrasi
* Peserta telah terdaftar sebagai member di www.areamusik.com
* Sudah mengupload lagu minimal dua lagu ke www.areamusik.com
==============
KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT
* Band telah terdaftar di list lagu program hotstuff Lesmana Fm
* Interview Band dan Live Akustik onair selama 1 Jam
* Kesempatan untuk masuk album kompilasi Hotstuff Lesmana Fm
* Lagu yang diputar akan didengar oleh pendengar Lesmana fm Bogor, tangerang, banten, depok, dan sekitarnya.
==============
info lebih lanjut hub:
pin:21e592f7
0856-162-162-2 / 021-8794-1123

Rabu, 28 September 2011

0 BELAJAR MUSIK

.
Halo para musisi.......!!!....


Biasanya sering kita dengar Paijo ngomong ke Paimen :

"Men , lagu Rasa Ini nya The Titan itu akordnya (anggap aja) = C - F- Am - G , dst ."

Lha iya klo lagu itu Do = C , lha klo :

- DO = G Gmn ? Jawabnya khan = G - C - Em - D
- Do = F Gmn ? Jawabnya khan = F - A# - Dm - C

Dah sampe disitu aja , lha trus klo penynyinya ga kuat pa harus dipaksa ? Lagian cara membentuk/mencari akord spt itu bukankah tdk efisien ? Coba bayangin aja , jumlah akord/chord itu = 12 , blm trmsk yg m,M7,7,dim,aug,dll . Pa nggak bikin pusing klo diapalin ?

Maka dr itu tukangbecak mo bagi" tips , barangkali klo cocok bs anda" smua terapin, hehehe .

- Hilangkan sifat dongkol, ngamuk'an ketika kt belajar musik .
- Tinggalkan kebiasaan menghapalkan Akord/Chord , ganti dgn deskripsi ala tukangbecak spt dibawah ini ! .
- Belajarlah basic akord dr Interval Tangga Nada , klo ga tau coba tanya anak klas 1 SMP , dah diajarin tuh , hehehe ! .


(Maaf , tulisan dibawah ini jd morat-marit , mgkn teredit oleh system Adminnya Penyedia Internet ini)

Do = C

C# D# F# G# A#
/ \ / \ / \ / \ / \
C - D - E - F - G - A - B - C'
1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2


C=1= M/Mayor
D=2= m/minor
E=3= m/minor
F=4= M/Mayor
G=5= M/Mayor
A=6= m/minor
B=7= dim/diminished

Lha klo D/E/F/G/dst gmn ? Cari ndiri dong , hehehe . OK , tukangbecak kasih contoh :

Do = G

G# A# C# D# F
/ \ / \ / \ / \ / \
G - A - B - C - D - E - F# - G'
1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2


G=1= M/Mayor
A=2= m/minor
B=3= m/minor
C=4= M/Mayor
D=5= M/Mayor
E=6= m/minor
F#=7= dim/diminished


Contohnya ga usah jauh" , ambil bait 1 lagunya dgn Do = C

The Titan
Do = C > C - F - Am - G = 1 - 4 - 6 - 5

Do = G > Gmn ? Ya gampang , ambil aja Notasi/Not yg mewakili akord tsb ! Jawabnya = G - C - Em - D . Lha kok bs bgtu ? Karena Bait 1 nya klo diambil Pola Not nya khan berpola : 1 - 4 - 6 - 5 , iya khan ? Berhubung Not Akod nya itu , ya praktekin aja di Do=G ato Do=TERSERAH .

refrensi by: my SUHU > Tukang Becak

Selasa, 13 September 2011

0 CARA PROMO YANG LARIS

Sepandai apapun suatu bandmu wlpn dgn segudang penghargaan, jk kalian ingin promosi ttg karyamu, berikut langkah paling AMPUH mnrt sy :
- Rendah Hati.
- Menerima sgl kritikan wlpn itu pahit.
- Jaga nama baek kalian dimanapun tempatnya termasuk di dunia maya, gak usah terlalu blak"an nampilin sesuatu hal yg negatif krn itu bs berdampak buruk bagi kalian.
- Jangan menggunakan simbol pada Logo Band km yg berhubungan dgn SARA (negatif) atau yg menunjukkan idealis salah satu/semua personelmu.
- Berikan No HP masing" personel kpd publik, jk keberatan silakan beli no HP lain aja biar no HP utama kalian aman dr terjangan org" tak bertanggung jawab. Jk seluruh personel kalian pada repot semua, serahin semua No HP personelmu tsb kpd seseorang agar mau ngurusin SMS dari Fans kalian tsb. Dengan begitu, kalian bs lebih dekat dgn publik yg menyukai Band kalian tsb & kalian bisa berinteraksi dgn cepat.
- Biasain diskusi dgn publik/musisi, tak peduli dia senior maupun junior.
- Publikasikan karya kalian di acara sekecil apapun sampe yg besar", di Radio, TV, Media Internet,dll

0 MADE IN MANA ALAT MUSIKMU

Halo teman" musisi sekalian, pernahkah kalian mengalami kondisi spt ini :

"Wah, Keyboard/Gitar mu itu amburadul, krn bikinan (Contoh:INDONESIA/CINA). Klo yg punyaku ini asli made in (Contoh:USA/JEPANG)"

Sy yakin teman" smua mgkn pernah mengalami keadaan spt itu. Sama halnya dgn sy jg, skr klo sy ingat kejadian itu jd pengen ketawa ndiri, bentar sy mo ketawa dulu :

"wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk"

Udah ah ketawanya :p . Kenapa sy ketawa ...? Gimana nggak ketawa, emangnya :

- Apakah teman" benar" yakin klo barang yg kt pegang itu kondisi awalnya = kondisi akhirnya ketika barang itu kt pegang alias tdk di oplos di tengah pengiriman antar negara ?
- Apakah teman" benar" tahu prosedur pengiriman dari ASING ke Negeri kt ?
- Apakah teman" benar" yakin jk semua komponen barang itu dari 1 negara ASING yg dibanggakan itu ?

Sy sering ngejumpain bahwa komponen dari satu Alat Musik buatan dr negara yg berbeda, lalu apa yg menjadi kebanggaan teman" semua ? Apakah krn ada label Made In USA/JEPANG/lainnya aja kah yg menjadikan kt mendiskriminasikan kondisi suatu barang yg lainnya ?.

- Dengan bangganya ada bbrp orang dari INDONESIA mengatakan : "Wah, Keyboardku made in ITALY". Lalu bbrp orang ITALY ngebanggain Negara mana ?
- Dengan bangganya ada bbrp orang dari ITALY mengatakan : "Wah, Keyboardku made in JEPANG". Lalu bbrp orang JEPANG ngebanggain Negara mana ?
- Dengan bangganya ada bbrp orang dari JEPANG mengatakan : "Wah, Keyboardku made in PRANCIS". Lalu bbrp orang PRANCIS ngebanggain Negara mana ?
- Dengan bangganya ada bbrp orang dari PRANCIS mengatakan : "Wah, Keyboardku made in JERMAN". Lalu bbrp orang JERMAN ngebanggain Negara mana ?
- Dengan bangganya ada bbrp orang dari JERMAN mengatakan : "Wah, Keyboardku made in USA". Lalu bbrp orang USA ngebanggain Negara mana ?

Lama" gak akan ada habisnya, ketawa lagi ah :


"wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk"


Bagi sy adalah bersikaplah BIJAK utk mengkondisikan suatu barang yg anda miliki. Apapun alat musik anda, entah buatan Pabrik/Custom/Handycraft, rawatlah itu & pergunakanlah dgn semaksimal mungkin. Gak usah pedulikan mulut org laen yg suka ngatain "Made In" - "Made In" nan, krn klo sama" udah bobrok ya tinggal buang aja. Hahahahaha....
  refrensi= tukang becak

0 PENTINGNYA NAMA BAND

Kata pujangga terkenal : Apalah arti sebuah nama...? Lho, klo menurut sy penamaan sebuah Band itu sangatlah penting, krn nama tsb akan tercantum sbg sejarah & seyogyanya agar nama band menggunakan nama yg tdk dipunyai oleh band manapun di seluruh dunia tanpa kecuali. Maka dari itu sekedar saran aja ya, usahakan agar kalian mencari calon nama band kalian yg notabene blm pernah dipakai utk nama band di seluruh dunia wlpn sbnrnya nama band pilihan kalian tsb sangat berkesan, bagaimanapun jg, jk seumpama terjadi suatu permasalahan, kalian tdk bs menyalahkan penggemar yg salah menyebut identitas kalian tsb dikarenakan nama tsb sudah dimiliki oleh pihak/band lain. Spt bbrp saat yg lalu, sy coba search di internet dgn menggunakan kata Nama salah satu Band, hasilnya mencapai ribuan hasil pencarian, namun entah brp jumlahnya yg benar" valid, sy tdk tahu. Yg jelas, sy yakin nama tsb sudah dimiliki oleh pihak lain. Mgkn ada solusi yaitu memPatenkan nama tsb, tp permasalahan utamanya smg nama tsb blm di Patenkan oleh pihak lain. Sbg usulan aja, mgkn kalian bs mempertimbangkan nama lain terserah kalian, yg penting jgn sampai ada yg nge-kembarin

= refrensi by: tukang becak

Minggu, 04 September 2011

0 BEST VOCAL IN THE WORD by: ME(UPDATE)

sorii nih brader,, kali ini gw tulis posting dlm bahasa inggris..
=== biar seluruh dunia tau ap yg gw postingin hhee === skalian blajar bhsa inggris jg sih wkwkwk. yukk..
========================
No one is giving MJ a sympathy vote... are you crazy? Anyone saying something like that does not know what an amazing range he had, how he could control his voice, or what he could do with it. His vocal range was a 4 octave of a tenor, he had an amazing vibrato and sang across just about every genre of music... it is one of the things he is known for. It's sad that some just don't know enough yet comment or merely dismiss him because he was a fantastic dancer as well and somehow they forget what he was originally known for, which was singing from a very young age with the soul of an experienced adult. The emotion and passion he sang with was so authentic and palpable. I am tired of seeing some people discount him when he was both a fantastic singer as well as dancer. He was the complete package as an artist. 
 

Just because your favorite is someone else doesn't mean that it's right to belittle an artist that clearly was an amazing singer or ignore facts that have been in evidence for decades as is the case with Michael Jackson. I don't even know who some of these singers are but that doesn't mean I am going to belittle them. 

I love both Freddie Mercury and Michael Jackson. The both, to me have insane vocal range and could do so much with their God given talent as vocalists but if I have to choose, it is Michael for me.
======
The next will be updated

Kamis, 04 Agustus 2011

0 HAK CIPTA ATAS LAGU ATAU MUSIK


walaupun boleh copas dari tetangga sebelah,, tp ini lumayan bermanfaat,,
================================================
Maaf banget ya kalo ada bahasa di tulisan gw ini yang ga di mengerti (takutnya gw kebanyakan pake istilah hukum) dan terlalu teks book banget…he..he..he…

Sebelum masuk ke pokok pembahasan, dimana-mana pasti kan ada pemanasan alias foreplay nya dulu..he..he..he..

HKI atau dalam istilah inggris dikenal dengan Intellectual Property Rights (IPR) adalah hak yang timbul karena adanya hasil olah pikir otak manusia yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna bagi manusia.

Bahasa gampangnya, HKI itu adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Yang menjadi objek dari HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

HKI itu dibagi menjadi 2 bagian:

1. Hak Cipta
2. Hak kekayaan industri, nah ini banyak sub-bagiannya:

a. Paten
b. Desain industri
c. Merek
d. Penanggulangan praktek persaingan curang
e. Desain tata letak sirkuit terpadu
f. Rahasia dagang.

Di Indonesia, segala sesuatu yang berurusan dengan HKI itu diatur oleh Dirjen HKI yang berlokasi di Jl. Daan Mogot KM 24, Tangerang (jauh bos), segala informasi tentang HKI (ga lengkap banget sih) bisa di liat di website resmi mereka yaitu www.dgip.go.id

Nah udah kan foreplay, sekarang kita masuk ke pembahasan mengenak Hak Cipta. Gw coba kasih penjelasan mengenai Hak Cipta berdasarkan UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), karena kita hidup di Indonesia dan hanya UU itu lah yang kita punya sebagai pedoman. Walaupun UU kita masih menjabarkan secara umum, tapi lumayan lah, sebagaian besar hak-hak kita sebagai pencipta sudah dilindungi disitu.

Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lingkup hak cipta hanya terbatas pada ciptaan yang merupakan hasil karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam bidang ilmu pengetahuan, seni atau sastra.

Kalo ada ciptaan berarti kan ada pencipta, kemudian siapa sih yang dianggap sebagai pencipta?

Pencipta adalah seseorang atau beberapa orang yang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.

Jadi bisa dikatakan bahwa hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan.

Ciptaan yang masih dalam ide itu tidak dilindungi. Makanya hati-hati klo punya ide, jangan diceritain dulu ke temen lo, nanti dicuri lagi. He..he..he..

Diatas disebut hak mengumumkan dan memperbanyak, cuman artinya apa sih?

Pengumuman itu adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan alat apa pun, termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apa pun sehingga suatu ciptaan dapat dibaca, didengan atau dilihat orang lain.

Kalo perbanyakan itu sendiri berarti penambahan jumlah suatu ciptaan, baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substantial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer.

Ya sebenernya hak cipta itu terdiri dari 2 hak yaitu hak ekonomi (pengumuman dan perbanyakan) dan hak moral.

Hak moral itu hak yang melekat pada diri pencipta dan pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apapun, walaupun hak ekonominya sudah dialihkan.

Hak moral itu terdiri dari:
1. Pencantuman nama pencipta atau pelaku, termasuk nama samaran.
2. Hak untuk melarang pihak lain mengubah ciptaannya termasuk judul
dan namanya. Distorsi, mutilasi, atau bentuk perubahannya pun harus
seizin pencipta dan pelaku.

Masih belom pusing kan baca nya.

Ciptaan apa aja sih yang dilindungi?
Ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni atau sastra yang mencakup:

1. buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain.
2. ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu.
3. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan
4. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks.
5. drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan dan pantomin.
6. seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase dan seni terapan
7. arsitektur.
8. peta.
9. seni batik.
10. fotografi.
11. sinematografi.
12. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, data base, dan karya lain hasil pengalihwujudan.

Ciptaan tersebut berlaku atau dilindungi untuk jangka waktu seumur hidup pencipta dan terus berlangsung hingga 50 tahun setelah pencipta meninggal.

Ciptaan khusus untuk program komputer, sinematografi, fotografi, database, hasil karya pengalihwujudan dan perwajahan karya tulis yang diterbit dilindungi selama 50 tahun sejak ciptaan tersebut diumumkan atau diterbitkan pertama kali.

Nah klo penciptanya ada 2 gimana? Hak cipta berlaku berlaku selama hidup pencipta yang meninggal paling akhir dan terus berlangsung 50 tahun.

Tadi diatas gw dah bilang bahwa perlindungan hak cipta berlaku secara otomatis. Maksudnya apa ya? Perlu ga kita mendaftarkan hak cipta?

Perlindungan hak cipta itu udah timbul secara otomatis pada saat ciptaan itu sudah diwujudkan dalam bentuk nyata. Pendaftaran hak cipta itu tidaklah suatu kewajiban, tapi pendaftaran hak cipta itu bisa dijadikan bukti apabila timbul sengketa dikemudian hari.

Contoh paling gampang adalah lagu “Gaby (gw ga tau judul aslinya)”, nah pas lagu itu heboh, kayanya banyak banget kan yang ngakuin klo lagu “Gaby” itu dia yang nyiptain.

Nah sekarang kita masuk ke hak cipta atas ciptaan lagu atau musik ya.

Yang dimaksud dengan lagu atau musik berdasarkan UU Hak Cipta adalah karya yang bersifat utuh, sekalipun terdiri atas unsur lagu atau melodi, syair atau lirik, dan aransemennya termasuk notasi.

Yang dimaksud dengan utuh adalah bahwa lagu atau musik tersebut merupakan suatu kesatuan karya cipta.

Klo kalian berniat untuk mendaftarkan hak cipta, ini syarat-syarat mengajukan pendaftaran atas nama perorangan.

1. Mengisi formulir.
2. Surat kuasa kalo masukinnya lewat kuasa.
3. notasi atau syair sebanyak 10 buah untuk 1 lagu.
4. Fotokopi KTP.
5. Biaya sebesar Rp. 200.000 per ciptaan.

Dalam sebuah rekaman suara atas lagu, banyak pihak yang mempunyai hak atas rekaman suara itu, biar ga bingung, ini gw jelasin pihak-pihak yang berhak atas rekaman suara tersebut:

1. Pencipta

Ini udah jelas banget, hak yang dia punya adalah:
a. Pengumuman
b. Perbanyakan
c. Hak Moral

2. Pemegang Hak Cipta

Yang dimaksud pemegang hak cipta adalah Pencipta atau pemilik hak cipta atau pihak lain yang menerima hak tersebut dari pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.

Contohnya adalah Music publisher atau Performing Rights Organization (di Amerika ada 3 yaitu ASCAP, BMI dan SESAC).

Hak-hak nya dia adalah
a. Pengumuman
b. Perbanyakan.

Pada intinya tugas dari pemegang hak cipta itu seperti ini:

a. Memberikan lisensi non-eksklusif kepada pihak ketiga;
b. Memungut royalti;
c. Mendistribusikan royalti;
d. Bekerjasama dengan Pemegang Hak Cipta lainnya;
e. Melaksanakan hak-hak Pencipta.

3. Pelaku

Pengertiannya adalah aktor, penyanyi, pemusik, penari, atau mereka yang menampilkan, memperagakan, mempertunjukan, menyanyikan, menyampaikan, mendeklamasikan, atau memainkan suatu karya musik, drama, tari, sastra, foklor, atau karya seni lainnya.

Nah hak pelaku (kalo dia penyanyi) itu khusus atas suaranya dia saja yang ada pada rekaman suara adalah:
a. Pengumuman
b. Perbanyakan
c. Hak Moral

4. Produser Rekaman Suara.
Pengertiannya adalah orang atau badan hukum yang pertama kali merekam dan memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan perekaman suara atau perekaman bunyi, baik perekaman dari suatu pertunjukkan maupun perekaman suara atau perekaman bunyi lainnya.

Nah, hak nya dia adalah:
a. Perbanyakan

Sekarang gw bahas lebih jauh mengenai jenis-jenis hak ekonomi yang dipunyai pencipta atas lagu:

1. Mechanical Rights (Perbanyakan)
2. Performing Rights (Pengumuman)
3. Synchronization Rights

Intinya adalah hak memadukan lagu dengan rangkaian gambar-gambar dalam produk audiovisual. Contohnya adalah lagu buat film atau sinetron, lagu buat background games, untuk VCD atau DVD dan lain-lain.

4. Printing Rights

Merupakan pengumuman dan perbanyakan atas lagu kedalam buku, majalah atau media cetak lainnya. Contohnya adalah penulisan lirik dan notasi dalam majalah MBS (masih ada ga ni majalah).

5. Advertising/Commercial Rights
Memadukan lagu untuk tujuan iklan baik audio atau audiovisual.


Segini dulu ya temen-temen, cape gw nulisnya.

Tar gw lanjut lagi deh.

Thanks ya

Rabu, 15 Juni 2011

0 MENGENAL MUSIK ORCHESTRA

hhhmm,,, kali ini gw mau ngenalin musik orchestra buat yang belum tau, n yg mau nambah wawasan.
dan berhubung musik VANDALIST itu dominan orchestra,, nah jd tmn2 bs tau apa itu Orchestra>>>
yuk dbaca...

PENDAHULUANPada saat ini musik memang tidak mungkin lepas dari kehidupan kita sehari-hari, setiap saat kita selalu bersinggungan dengan musik, entah dimulai dari rumah, di jalan, di toko, bahkan hingga kembali ke rumah pun kita selalu ditemani dengan musik. Kenyataan di atas, menunjukkan bahwa musik semakin diterima bahkan dibutuhkan masyarakat sebagai hiburan agar pikiran yang terbebani oleh pekerjaan rutin sehari-hari dapat menjadi segar kembali.
Perkembangan musik yang pesat di Indonesia menumbuhkan berbagai jenis musik seperti musik keroncong, pop, dangdut, bahkan musik klasik yang dianggap serius oleh sebagian orang. Bentuk penyajian musik terus mengalami perluasan, apabila dahulu musik keroncong hanya dimainkan cukup dengan tujuh alat musik saja yaitu biola, seruling, cuk, cak, gitar, cello, dan bass, maka sekarang telah berkembang menjadi sebuah orkestra keroncong, yaitu dengan memasukkan alat-alat musik orkestra standar seperti oboe, fagot, klarinet, penambahan jumlah biola dan sebagainya. Nampaknya grup-grup band di Indonesia saat ini yang secara umum hanya terdiri dari gitar, bass, keyboard, dan drum ikut terpengaruh untuk memasukkan alat-alat musik orkestra seperti penambahan instrumen strings (biola, cello, contra bass), woodwind (flute, oboe, clarinet), brass (terompet, trombone) bahkan percussion (timpani, bell tree, dan lain-lain). Sebagai contoh bisa didengar dalam album Badai Pasti Berlalu (Chrisye) yang diaransir oleh Erwin Gutawa dengan melibatkan orkestra dari Australia.
Trend memasukkan unsur-unsur orkestra ke dalam berbagai jenis musik yang lain menjadi hal yang biasa kita temui sekarang ini. Namun hal yang cukup penting dalam perjalanan orkestra itu sendiri, adalah terjadinya masa pasang-surut sejak keberadaannya di Indonesia sebagai pengaruh difusi kebudayaan. Graebner menyatakan dalam buku Sejarah Teori Antropologi I oleh Koentjaraningrat (1980: 112-113) bahwa unsur-unsur kebudayaan masa lampau adalah dengan membuat klasifikasi benda-benda menurut tempat asalnya, dan menyusunnya berdasarkan persamaan unsur-unsur tersebut. Sekumpulan lokasi tempat ditemukan benda-benda yang sama sifatnya disebut sebgai kulturkreis. Alat-alat musik yang dipergunakan orkestra di Indonesia mempunyai kesamaan unsur dengan alat-alat musik orkestra di Barat.

MENGENAL MUSIK ORKESTRA
Pengertian Orkestra

Istilah orkestra menurut John Spitzer (Stanley Sadie. ed. 2001: 530) pada masa Yunani dan Romawi kuno menunjuk tentang tingkatan dasar dari sebuah panggung terbuka, yang digunakan kembali pada jaman Renaissance untuk menunjukan tempat di depan panggung. Pada awal abad XVII tempat ini digunakan untuk menempatkan para pemain musik yang mengiringi nyanyian dan tarian. Pada abad XVIII arti dari istilah orkestra diperluas untuk para pemain musik sendiri dan sebagai identitas mereka sebagai sebuah ansambel.
Sebelum istilah orkestra menjadi mapan di dalam bahasa Eropa yang beragam, muncul berbagai ungkapan yang digunakan untuk mengindikasikan kelompok pemain musik yang besar. Di Italia kelompok pemain musik yang serupa disebut dengan capella, coro, concerto groso, simfonia atau gli stromenti. Hal serupa juga dapat ditemukan di Roma pada awal sampai akhir tahun 1679. Demikian pula di Perancis, juga terdapat istilah les violons, dan les concertantes.
Analisis tentang orkestra sejak abad XVIII sampai sekarang mengungkapkan sebuah rangkaian ciri-ciri yang saling berhubungan, yang antara lain; a) orkestra didasarkan atas alat musik gesek yang terdiri dari keluarga biola dan double bass, b) kelompok alat musik gesek ini disusun ke dalam bagian-bagian di mana para pemusik selalu memainkan not yang sama dalam satu suara, c) alat musik tiup kayu, tiup logam, dan perkusi tampil dalam jumlah yang berbeda sesuai dengan periode dan lagu-lagu yang ditampilkan, d) orkestra sesuai dengan waktu, tempat, dan daftar lagu yang dimainkan selalu memperlihatkan standar instrumentasi yang luas, e) biasanya orkestra yang telah berdiri terorganisasi dengan anggota-anggota yang mapan, mengadakan latihan dan pentas yang rutin, mempunyai struktur organisasi dan dana, f) karena orkestra membutuhkan banyak pemain musik, untuk memainkan hal yang sama dalam waktu yang bersamaan, orkestra menuntut tingkat kecakapan musikal yang tinggi untuk memainkan dengan tepat pada nada-nada yang tertulis, g) orkestra dikoordinasi langsung dengan satu pusat, yang berawal pada abad XVII dan XVIII oleh pemain utama biola pertama atau oleh pemain keyboard, yang selanjutnya mulai awal abad XVIII dikoordinasi oleh seorang conductor.
Kelompok pemain alat musik yang mempunyai ciri-ciri seperti di atas dapat menunjukkan dengan jelas sebagai sebuah orkestra, dimana pun mereka ditemukan dan apapun sebutan mereka. Kelompok dengan jumlah banyak namun tidak memiliki ciri-ciri ini secara keseluruhan setidak-tidaknya dapat dikatakan mempunyai kedudukan yang sama dengan orkestra. Orkestra selanjutnya dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, termasuk di dalamnya adalah orkestra teater, orkestra symphony, orkestra gesek, orkestra kamar, orkestra café dan salon, orkestra radio, orkestra studio dan sebagainya.
Instrumen musik yang dimainkan para musisi dalam sebuah orkestra modern terdiri dari empat seksi atau golongan jenis instrumen, yaitu seksi gesek, seksi tiup kayu (woodwind section), seksi tiup logam (brasswind section), dan seksi perkusi (percussion section). Perkembangan awal orkestra yaitu pada jaman Barok (1720) terdapat sebuah bentuk orkestra kecil yang hanya terdiri dari instrumen gesek (6 biola, 3 viola, dan 2 cello) dan continuo (harpsichord, merupakan instrumen yang berbunyi terus menerus dalam sebuah komposisi). Pada jaman Klasik (1790) instrumen terumpet, timpani, dan horn mulai digunakan walaupun masih jarang. Ciri tertentu dari orkestra klasik adalah tanpa menggunakan continuo, tapi diganti dengan seksi gesek yang lebih besar (14 biola, 6 biola, 4 cello, dan 2 double bass) dan 2 pemain untuk setiap instrumen flute, oboe, clarinet, horn, terumpet, dan timpani.
Bentuk orkestra jaman Romantik (1850) memiliki seksi gesek yang lebih besar lagi (30 biola, 12 biola, 10 cello, dan 8 double bass), woodwind dan brass. Muncul instrumen musik baru seperti tuba dan harpa. Dua orang komposer terkenal yaitu Wagner dan Berlios adalah tokoh yang banyak menulis karya-karya untuk format orkestra yang sangat besar tersebut. Orkestra mempertahankan bentuknya yang besar ini sampai awal tahun 1900-an, ketika kemudian mulai dikurangi karena alasan artistik dan ekonomi.

Sejarah Perkembangan Orkestra di Indonesia
Hadirnya musik orkestra di Indonesia disebabkan oleh adanya kontak dengan bangsa-bangsa Barat. Pengaruh Barat dalam hal seni telah banyak terjadi seperti yang diungkapkan oleh R.M. Soedarsono berikut ini,
Pengaruh Barat (Eropa) yang berawal sejak datangnya para pedagang Portugis, yang kemudian disusul oleh hadirnya orang-orang Belanda pada akhir abad XVI, sampai sekarang bisa kita saksikan dalam berbagai bentuk seni (Soedarsono, 2002: 61).
Kontak awal musik Barat di pulau Jawa dapat diamati dari uraian Sumarsam yang menyebutkan adanya pelaut-pelaut Eropa yang merapat di pulau Jawa berikut ini,
Pengenalan musik Eropa yang paling awal di Jawa dapat ditelusuri akarnya dari musik yang dibawa oleh pelayar-pelayar kapal yang singgah di pulau Jawa pada abad XVI. Francis Drake adalah contohnya, mendarat di pantai selatan Jawa, ia menuliskan dalam buku perjalanannya bahwa musisi kapal memainkan musik untuk seorang raja (atau penguasa setempat), lalu seorang raja membalas dengan permainan musiknya. Tidak ada identifikasi musik lokal ini, apakah gamelan atau ansambel musik yang lain. Musisi kapal terdiri dari 1 pemain trumpet dan empat orang (kemungkinan pemain gesek). Trumpet adalah instrumen penting di kapal, untuk tanda-tanda penghormatan. Tahap kedua adalah musik yang dibawa oleh pedagang-pedagang Portugis . Musik mereka dibawa dan dimainkan oleh budak-budak mereka yang terdiri dari orang-orang India, Afrika dan Asia Tenggara (Sumarsam, 2003: 94).

Musik Barat juga mengalami perkembangan di lingkungan keraton, sebagaimana dikemukakan Soedarsono dalam buku Seni Pertunjukan Indonesia Di Era Globalisasi di bawah ini:
Pengaruh Barat terhadap musik sangat menonjol…Di istana-istana Jawa Tengah (termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta), musik Barat juga menyusup ke ansambel gamelan. Dalam beberapa komposisi gending atau lagu yang mengiringi tari putri bedaya dan serimpi dari keraton Yogyakarta, menyusup beberapa instrumen musik Barat, seperti genderang, trombone, terompet, dan kadang-kadang juga klarinet (Soedarsono, 2002: 61-62).

Pertunjukan musik di Keraton Yogyakarta mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintahan Sultan HB VIII (1921-1939), dengan kehadiran Walter Spies pada akhir November 1923. Spies mempunyai peran yang sangat besar terhadap perkembangan kehidupan musikal di Yogyakarta. Spies mendapat pekerjaan tetap sebagai instruktur musik dan dirigen Kraton Orkest Jogja dengan gaji 100 founsterling per bulan (John Stewell 1980: 21). Selain Kraton Orkest Jogja terdapat pula Orkes Societet de Vereeniging yang didirikan oleh tahun 1822 oleh pengusaha perkebunan di Yogjakarta. Orkes ini dipimpin oleh Attilio Genocchi dari Italia dan Carl Gotsch dari Austria (Butenweg 1966: 139-152).
Perkembangan musik orkestra di Indonesia memang mengalami masa pasang-surut, pada tahun 50-an di Jakarta pernah menjadi jaman keemasan musik orkestra, namun sayang tidak ada bukti-bukti rekaman maupun catatan fisik tentang musik orkestra tersebut, seperti yang pernah diutarakan oleh conductor Twilite Orchestra Addie MS dalam pengantar buku Twilite Orchestra yang ditulis oleh Ninok Leksono (2004). Atas dasar kenyataan inilah Twilite Orchestra mendapat inspirasi untuk segera membuat album rekaman dan buku tentang perjalanan Twilite Orchestra selama sepuluh tahun sejak berdirinya.
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 membuat keterpurukan di sana-sini, termasuk kelangsungan hidup musik orkestra. Pada waktu itu Twilite Orkestra tercatat hanya melakukan konser sekali saja yaitu di Gedung Teater Tanah Airku, TMII, padahal pada tahun-tahun sebelumnya mampu menggelar konser sebanyak lima kali dalam setahun.Seiring dengan perkembangan politik dan ekonomi yang semakin membaik, keadaan musik orkestra juga mengalami pertumbuhan kembali. Beberapa grup orkestra yang lain seperti Nusantara Symphony Orkestra (NSO) yang dikoordinasi oleh Miranda Goeltom hadir di tengah masyarakat dengan membawakan repertoar musik klasik Barat, mulai dari komposisi karya Bach, Mozart dan sebagainya.
Kekayaan suara yang dimiliki orkestra membuat Addie MS tergerak untuk mensosialisasikan musik simfonik ke kalangan masyarakat yang lebih luas, karena ada anggapan bahwa musik orkestra identik dengan musik yang hanya dikonsumsi oleh kalangan atas saja. Twilite Orchestra berusaha menjembatani apresiasi masyarakat menengah ke bawah tentang musik orkestra dengan menggelar konser-konser di tempat umum seperti di mall, mengunjungi sekolah-sekolah, kampus-kampus seperti di ITB (Bandung), UGM (Jogjakarta), dan ITS (Surabaya). Dalam program mengunjungi sekolah-sekolah, para siswa diperkenalkan dengan alat-alat musik orkestra, seperti biola, cello, contrabass, flute dan sebagainya. Mereka juga diajarkan secara singkat bagaimana teknik memainkan alat-alat musik tersebut.

Apresiasi Musik Orkestra
Masyarakat sebagai penikmat seni, mendapat pengalaman dengan melihat pertunjukan musik orkestra, diistilahkan dengan pengalaman seni atau respon estetik. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, maka pengalaman seni juga merupakan sebuah pengalaman yang melibatkan perasaan, pikiran, penginderaan, dan berbagai intuisi pada manusia. Namun pengalaman seni berlangsung dalam kualitas pengalaman tertentu yang kadang berbeda dengan kehidupan sehari-hari. Jakob Sumardjo (2000:16) menjelaskan, di dalam pengalaman seni, unsur perasaan merupakan kekuatan pokok yang dapat menggerakkan serta mendasari unsur-unsur potensi manusia yang lain.
Dalam pengalaman seni, seseorang yang sedang menikmati karya seni kehilangan jati dirinya karena larut dalam nilai-nilai yang ditawarkan oleh benda seni. Hal ini disebut sebagai empati, yaitu melibatkan perasaan diri ke dalam sesuatu, atau memproyeksikan perasaan ke dalam benda seni lalu timbul perasaan senang. Di dalam proses empati ini, terjadi pengalaman dalam aliran dinamika kualitas seni yang menghasilkan kualitas seni yang mendatangkan rasa kepuasan, rasa penuh, rasa utuh, dan rasa sempurna dalam keselesaian.
Konser tour Music Ademia yang digelar oleh Twilite Orchestra di kampus-kampus apabila ditinjau dari pengalaman seni, menghasilkan sebuah respon estetik. Para penonton khususnya mahasiswa, ikut larut dalam pertunjukan musik simfonik tersebut. Persembahan orkestra dengan lagu-lagu daerah pilihan dapat mendukung apresiasi penonton. Ketika konser di UGM, Twilite menyuguhkan lagu Cublak-cublak Suweng yang diaransemen ke dalam orkestra, melodi lagu Cublak-cublak Suweng yang telah akrab di telinga masyarakat dimainkan dengan berbagai alat musik dalam orkestra secara bergantian.
Penonton juga dilibatkan untuk berkolaborasi dengan orkestra dalam lagu Dance Trepak, di mana penonton diminta untuk bertepuk tangan sesuai dengan aba-aba dari conductor. Bunyi tepuk tangan yang seirama dengan musik orkestra membuat pengalaman estetik tersendiri bagi penonton sehingga timbul perasaan senang dan gembira. Terkadang dari pihak penonton timbul permintaan lagu, yang disimbolkan dengan tepukan tangan yang tiada henti, sebuah orkestra harus tanggap dengan hal tersebut untuk segera memainkan encore (lagu tambahan) yang terdiri dari beberapa lagu sebagai wujud rasa terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan penonton.
Kemampuan penguasaan teknik dalam memainkan alat musik mutlak diperlukan dalam sebuah orkestra, karena daya tarik utama dari musik adalah bunyi sebagai sumber estetik yang terus digali. Keindahan bunyi yang mempesona hanya bisa dimunculkan dengan teknik permainan yang baik pula. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Alfred Gell (2005: 43) berikut ini:

I consider the various arts-painting, sculpture, music, poetry, fiction, and so on as a components of a vast and often unrecognized technical system, essential to the reproduction of human societies, which I will be calling the technologi of enchantment.

Pertunjukan musik orkestra ketika menampilkan 25 pemain biola yang bermain dengan gerakan serempak memunculkan pesona audio visual tersendiri. Permainan melodi yang lincah dan cemerlang oleh flute seperti burung yang berkicau dengan riangnya. Gerakan tangan conductor untuk memberikan aba-aba merupakan bagian dari pertunjukan orkestra. Yang bertugas memberikan stimulus kepada para musisi orkestra dalam upaya mengekspresikan ide-ide musikal kepada pendengar, dan para musisi pun bertindak sesuai perintah conductor dengan memainkan alat musiknya. Hal ini selaras dengan pendapat Jakob Sumardjo (2000: 74) yang menyatakan bahwa mereka (para musisi) berjuang dengan medium (alat musik) yang dipakainya, di sini dituntut ketrampilan atau penguasan teknik atas mediumnya itu.
Seniman terkadang cenderung mempergunakan teknik seni yang telah baku untuk menuangkan gagasan nilai-nilai seninya. Namun perlu diingat bahwa teknik itu mempunyai keterbatasan dalam kaitannya dengan material seninya. Maka penguasaan teknik seni yang sudah baku hanya dapat merampungkan isi gagasan seni yang dibatasi oleh tekniknya. Karena terikat oleh teknik seninya, seniman hanya dapat berkutat dengan gagasan yang terbatas pula. Inilah sebabnya lahir berbagai teknik seni yang baru akibat adanya gagasan baru yang tidak mungkin dituangkan dalam teknik yang itu-itu saja.
Teknik seni bukanlah hal yang statis, teknologi terus berkembang demikian juga teknik seni juga terus mengalami perkembangan. Sebagai contoh pada abad XVII di Italia teknologi pembuatan senar biola yang mulai menggunakan bahan senar dengan lilitan metal. Penggunaan lilitan metal mampu membuat senar lebih kuat dalam ketegangan yang tinggi. Hal tersebut berdampak pada munculnya teknik permainan biola yang baru, seperti teknik gesekan martelle (gesekan dengan tekanan seperti pukulan martil/ palu), teknik gesekan ponticello (gesekan di dekat kam biola untuk menghasilkan suara yang sengau) yang sebelumnya tidak dapat dilakukan pada senar yang bahannya masih terbuat dari usus binatang.

Orkestra sebagai Bentuk Komunitas
Orkestra merupakan gabungan dari sekelompok musisi yang kemudian membentuk menjadi sebuah komunitas. Wartaya Winangun (1990:40) menyatakan bahwa komunitas itu bercirikan anti struktur, dalam arti bahwa relasi-relasi yang terjadi itu bercirikan tak terbedakan, equalitarian, langsung, ada, non-rasional, eksistensial dan I-Thou (Buber). Hubungan mereka dalam komunitas adalah hubungan antar pribadi yang tak terbedakan, berbeda dengan kehidupan sehari-hari di mana perbedaan amat menonjol. Perbedaan itu disebabkan oleh struktur sosial yang telah menempatkan orang pada posisinya sendiri-sendiri, misalnya perbedaan antara orang kaya dan miskin, pejabat tinggi dan pejabat rendah, antara pegawai dan petani dan sebagainya. Dalam komunitas hal tersebut tidak ada. Individu-individu yang tergabung dalam orkestra berasal dari berbagai latar belakang kelompok sosial yang berbeda, ada yang berstatus pelajar, mahasiswa, guru, dan sebagainya, mereka berkumpul untuk satu tujuan yang sama yaitu menghadirkan sebuah pertunjukan musik.
Ciri komunitas yang lain adalah adanya kesamaan. Situasi dan kondisi yang ada dalam komunitas mengantar pada hubungan pribadi yang mengalami dan merasakan kesamaan. Masing-masing individu berada pada tingkat yang sama. Simbol-simbol yang dipergunakan menunjuk pada kesamaan tingkat, misalnya mereka sama-sama mendapat instruksi dari pimpinannya. Demikian juga halnya dengan komunitas orkestra, bahwa mereka para individu yang tergabung merasakan adanya perasaan, perlakuan dan instruksi yang sama dari pimpinan, dalam hal ini yang bertindak selaku pimpinan adalah conductor.
Hubungan antar pribadi dalam sebuah komunitas bersifat langsung, dalam arti bahwa hubungan pribadi satu dengan yang lain terjadi tanpa perantara. Mereka berhadapan satu dengan yang lain, kontak yang terjadi lebih hidup, karena suasana keterbukaan dan ketulusan senantiasa dipelihara. Hubungan mereka menjadi anti struktur karena terlepas dari status sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi latar belakang mereka. Dalam komunitas orkestra, hubungan antara individu menjadi lebih terbuka tanpa ada unsur formal di dalamnya, senda gurau yang kental senantiasa mewarnai komunitas tersebut.
Non-rasional yang terjadi dalam hubungan antar individu dalam sebuah komunitas lebih menunjuk kepada dominannya fungsi perasaan dan intuisi. Yang berkembang adalah segi afektif dan voluntatif, sedangkan fungsi rasio kurang dominan karena orang lebih digerakkan oleh aspek kesadaran dan kehendak. Hubungan yang seperti ini mengandalkan perasaan sebagai modal utamanya. Ciri spontan dalam hubungan pribadi itu masing-masing mengungkapkan dirinya secara spontan sebagai suatu ‘happening’. Hal ini dapat diamati apabila komunitas orkestra sedang beristirahat di sela-sela latihan, seseorang melontarkan joke maka yang lain akan segera menimpali secara spontan dengan joke yang lebih menggigit pula. Dalam komunitas ciri eksistensial juga turut memberi warna, karena hubungan antar pribadi menyangkut eksistensi manusia. Kesadaran akan being-nya menjadi dominan dan juga diwarnai oleh hubungan yang kongkret, dan yang lebih penting adalah adanya kesatuan pribadi.
Lebih ditegaskan lagi oleh Wartaya Winangun (1990: 50-51) bahwa komunitas itu terjadi ketika struktur sosial tidak ada, aturan-aturan dan kategori dalam struktur tidak berlaku, spontanitas dan anti struktur, seolah-olah tanpa aturan. Dari ciri-ciri itu terlihat bahwa model hubungan yang terjadi dalam komunitas berbeda dengan model dalam hubungan masyarakat sehari-hari. Pengalaman manusia ternyata tidak bisa dipisahkan dengan pengalaman komunitas. Pengalaman komunitas dalam sebuah orkestra merupakan salah satu contoh dari berbagai macam pengalaman komunitas yang ada.
Persoalan menyangkut gender juga ikut mewarnai liku-liku sebuah orkestra, bahkan di negara maju seperti yang terjadi pada Berlin Philharmonic Orchestra, semua anggotanya adalah pria, tanpa satu pun adanya musisi wanita. Mereka mempunyai argumen bahwa jadwal konser selama setahun yang sangat padat membutuhkan fisik yang kuat, apabila terdapat musisi perempuan dikhawatirkan akan mengganggu jalannya program konser.

KESIMPULAN
Orkestra yang saat ini mulai dikenal masyarakat luas ternyata menarik untuk dibahas. Kekayaan bunyi yang dimiliki sebuah orkestra memunculkan pesona tersendiri. Alat musik yang terdapat dalam orkestra dapat dibagi dalam empat golongan besar, yaitu strings (alat musik gesek), woodwind (alat musik tiup kayu), brass (alat musik tiup logam), dan percussion (alat musik pukul). Dengan bunyi yang khas dari masing-masing alat musik tersebut, ternyata mampu menyatu dalam sebuah harmoni yang indah.
Apresiasi seni dengan menikmati pertunjukan musik orkestra membuat larut para penonton ke dalam suasana gembira dan rasa puas. Dari para anggota yang tergabung dalam sebuah orkestra akhirnya terbentuk sebuah komunitas baru. Dalam komunitas berlaku sifat anti struktur, di mana struktur yang ada dalam masyarakat sehari-hari lepas dan tidak berlaku dalam sebuah komunitas dalam hal ini komunitas orkestra. Masalah gender juga tak lepas dari komunitas orkestra. Di luar negeri yang telah maju seperti Jerman pun, kaum perempuan mendapatkan perlakuan diskriminasi gender bahkan sejak berabad-abad lalu.


DAFTAR PUSTAKA
Gell, Alfred. 2005. The Technology of Enchanment and Enchanment of Technology. dalam Jeremy Coote and Anthony Shelton. ed. Anthropology Art and Aesthetics. New York: Clarendon Press-Oxford.
Koentjaraningrat. 1980. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press (UI-Press).
Leksono, Ninok. 2004. Twilite Orkestra. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Spitzer, John. 2001. The New Grove Dictionary of Music and Musicians. London: Macmillan Publishers Limited.
Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: Penerbit ITB.
Winangun, Wartaya. 1990. Masyarakat Bebas Struktur, Liminalitas dan Komunitas Menurut Victor Turner. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
R.M. Soedarsono, 2002. Seni Pertunjukan Indonesia Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sumarsam. 2003. Gamelan: Interaksi Budaya dan Perkembangan Musik Di Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hans, Rhodius and John Darling. 1980. Walter Spies and Balinese Art, dalam John Stewel (ed.). Amsterdam: Tropical Museum, Tera Zuthpen.
Hein, Buitenweg. 1966. Soos en Samenleving in Tempo Doeloe. Den Haag: Servire

Jumat, 03 Juni 2011

0 SEJARAH PROGRESSIVE ROCK

BELUM TAU KAN SEJARAH MUSIC "ROCK PROGRESSIVE" ...??


YUK DIBACA ARTIKELNYA...
Musik Progressive Rock merupakan jenis musik yang penuh dengan ambiguitas dan banyak menimbulkan kontroversi. Para kritikus musik menghujatnya sebagai musik elitis dan penghianatan terhadap semangat musik Rock and Roll yang populis; sementara pendengar umum mem-vonis musik Progressive sebagai terlalu rumit, pretensius, kuno, dll. Bahkan penggemar musik Progressive sendiri sering tidak sepaham mengenai bagaimana mendiskripsikan musik yang mereka cintai.
Ada 2 pengertian tentang Musik Progressive – yang mana satu definisinya lebih sederhana dan jelas dibanding yang lain. Definisi Progressive pertama (yang lebih sederhana) adalah jenis musik yang berkembang di dekade 70-an oleh dewa-dewa progressive 70-an seperti Yes, Genesis, King Crimson, Emerson Lake & Palmer, Pink Floyd, Jethro Tull dll. Inilah Progressive Rock yang banyak dikenal orang dengan ciri-ciri aransemen musiknya yang kompleks, dinamis dan multi-dimensional; komposisi berdurasi panjang, terbagi atas bagian-bagian dengan tema yang biasanya mengambil subjek dari mitologim, fiksi ilmiah atau fantasi. Supergroup Progressive tahun 70-an mendobrak musik Rock konvensional dengan kemahiran teknis musisinya dan konser-konser yang spektakuler.
Definisi yang kedua mungkin lebih didasari oleh maksud dan tujuan musisi yang bersangkutan dalam berkarya daripada jenis atau style musik yang kongkrit. Secara sederhana, musik Progressive adalah musik yang berusaha untuk membawa sesuatu yang baru – selalu bergerak maju dan berkembang (bukankah kata “progressive” berasal dari kata “progress” yang artinya kemajuan atau perkembangan). Definisi inilah yang membingungkan banyak orang karena hanya dengan didasari motivasi musisi untuk menciptakan sesuatu yang baru sangat sulit untuk menjelaskan (atau memperdengarkan) style musik yang dapat dikategorikan Progressive.
Untuk dapat memberikan gambaran mengenai betapa besarnya perbedaan antara kedua definisi diatas, kita perlu mundur dan melihat sejarah musik progressive sejak kelahirannya di tahun 60-an dan perkembangannya setelah itu terutama di masa kejayaannya pada dekade 70-an.
1965 – 1967 – Masa Psychedelic
Progressive Rock yang lahir dari gerakan counterculture tahun 60-an berusaha mendobrak pengkotakan musik Rock dan mengeksplorari bentuk-bentuk baru. Musik Progressive yang paling dikenal adalah kombinasi energi musik Rock dengan musik Klasik yang megah dan monumental tetapi ada pula yang menggabungkan unsur-unsur jazz, folk, R&B, avant-garde,world music, dll.
Cikal bakal musik Progressive Rock adalah Psychedelic Rock yang lahir di lingkungan underground di Inggris pada pertengahan tahun 60-an dengan ciri khas image berupa warna-warna cemerlang and halusinogenis (psychedelic) dan semangat eksperimental yang mendobrak batas-batas dan norma-norma yang ada sebelumnya. Di Inggris band-band seperti Pink Floyd, The Crazy World of Arthur Brown, Alexis Corner, The Pretty Things dan The Soft Machine merupakan band psycedelic yang paling popular. Sementara di Amerika Serikat, psycadelia betul-betul merajalela terutama di kultur underground di San Francisco yang juga dikenal dengan gerakan Flower Power, dengan group-group seperti: the Grateful Dead, Jefferson Airplane, Big Brother and the Holding Company dan lainnya.
Sementara itu kembali ke Inggris, band-band pop seperti The Beatles dan The Rolling Stones. juga mulai mengeluarkan album-album musik psychedelic. Album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band (Juni 1967) merupakan eksperimen The Beatles dengan musik Psychedelic dan sering disebut sebagai pemicu gerakan Progressive Rock. Namun album Pink Floyd, Piper at the Gates of Dawn (Agustus 1967) dengan Syd Barret sebagai penulis utama, guitaris dan penyanyi menghasilkan yang dianggap sebagai album psychedelic terbaik.

1967 – 1969 – Lahirnya Progressive Rock
Dari ekperimentasi Psychedelic Rock, muncullah musik yang berani menggabungkan unsur-unsur rock dengan classic, jazz, folk, soul, avant-garde, dll yang dinamakan Progressive Rock atau Art Rock. The Moody Blues merupakan group yang pertama kali menggabungkan rock dan musik classical symphonic dalam album Days of Future Passed (November 1967) yang kita kenal melalui lagu Nights in White Satin. Album ini merupakan pertama kalinya kita mendengar unsur-unsur yang menjadi ciri khas musik Progressive seperti: lagu-lagu berdurasi panjang, perubahan tempo, penggunaan orkes simphoni dan mellotrone, lirik yang bernuansa kosmik atau filosofis, dll. Album kedua The Moodies ini merupakan album konsep yang didukung oleh London Festival Orchestra ini mempunyai dasar cerita yang sangat sederhana yaitu mengikuti sehari dalam kehidupan manusia dari pagi sampai malam; dari bangun sampai tidur.
Setidaknya ada tiga album lain yang direlease pada tahun 1968 merupakan awal kelahiran Progressive Rock. Pink Floyd mengeluarkan album keduanya A Sourceful of Secrets (Juni 1968), album kedua Procol Harum – Shine on Brightly (Desember 1968) yang berisi karya utama sepanjang 18 menit, In Held Twas in I. Dan, yang tak kalah penting adalah, The Nice dengan Thoughts of Emerlist Davjack (Januari 1968) yang menampilkan kepiawaian Keith Emerson pada keyboard dengan hit America yang diadaptasi dari musikal West Side Story karya Leonard Bernstein.
Tetapi peristiwa yang mencanangkan kelahiran Progressive Rock adalah King Crimson dengan album mereka In the Court of the Crimson King pada bulan Oktober 1969. King Crimson yang baru dibentuk pada bulan Januari 1969 oleh Robert Fripp menghasilkan karya yang sangat padat dan penuh emosi yang di dominasi oleh nada dan kunci minor. Aransemen King Crimson walaupun sangat symphonic namun mempunyai pengaruh Jazz modern yang kuat dengan perubahan dari gerakan megah menuju anti klimak dalam sekejap.

Dekade 1970-an – Masa Keemasan Prog Rock
Tahun 70-an merupakan era kejayaan musik Progressive; genre ini berkembang dengan sangat subur dan kreatifitas para musisi di masa itu melahirkan bermacam-macam sub-genre. Kelompok-kelompok musik Progressive seperti Yes, Genesis, ELP mulai menemukan ciri khas sound mereka masing-masing
Emerson, Lake & Palmer merupakan supergroup Progressive pertama. Ketiga anggota ELP, Keith Emerson (dari The Nice), Greg Lake (dari King Crimson) dan Carl Palmer (dari Atomic Rooster, the Crazy World of Arthur Brown) sudah merupakan superstar sebelumnya. Album perdana ELP yang keluar pada bulan November 1970 langsung meledak dan sangat berbeda dengan kebanyakan group musik berorientasi gitar heavy metal pada saat ini seperti Led Zeppelin, Cream, Deep Purple, dll. Album berjudul Emerson, Lake and Palmer itu menampilkan kepiawaian ketiga personilnya yang mempesona audiens rock tapi juga menampilkan balad “Lucky Man” yang memperkenalkan suara Moog Syntheziser kepada dunia. Album berikutnya Tarkus (Juni 1971) merupakan menampilkan lagu Tarkus yang berdurasi lebih dari 20 menit terdiri dari 7 bagian bertemakan manusia melawan teknologi.
Kelompok Yes yang berdiri pada bulan Juli 1968 berhasil menemukan ciri khasnya setelah album ketiga mereka, The Yes Album (Maret 1971), dengan masuknya gitaris Steve Howe. Musikalitas Yes semakin kaya dengan bergabungnya keyboardis luar biasa, Rick Wakeman, di album Fragile (Januari 1972) dengan hit dan favorit pertunjukan live mereka, Roundabout. Formasi inilah yang menghasilkan yang oleh banyak orang dianggap sebagai karya terbaik Yes – Close to Edge (September 1972). Album Close to Edge yang hanya terdiri dari 3 lagu merupakan terobosan yang membawa musik rock dalam konteks musik Simfoni dengan lagu-lagu yang berdurasi panjang, bervariasi berdasarkan 1 tema melodi, bagian/movement, mood, tempo, tekstur dan density yang berubah-ubah.
Sementara itu, kelompok Genesis berkembang diluar pengaruh band-band se-angkatan mereka. Album pertama mereka From Genesis to Revelation (Maret 1969) lebih berorientasi pop dan tidak terlalu berhasil. Mungkin karena kegagalan album pertamanya, Genesis mengunci diri dan berlatih dengan dedikasi tinggi dan menghasilkan album Trepass (Oktober 1970). Album ini mengandung banyak unsur yang mendefinisikan musik Progressive – elemen-elemen warna, kehangatan, perubahan kunci nada yang rumit, dinamika musik akusitik dan elektrik dan lirik yang bersifat fantasi. Genesis semakin memantapkan dirinya sebagai supergroup progressive dengan bergabungnya Steve Hackett dan Phil Collins di album Nursery Crime (November 1971) kemudian mahakarya Foxtrot (Oktober 1972) dengan lagu Supper’s Ready sepanjang 23 menit yang terdiri dari 7 bagian.
Walaupun merupakan pionir Progressive Rock, King Crimson memilih jalur lebih tidak komersial dibanding ELP, Yes dan Genesis. Setelah mengalami bongkar pasang personil mengeluarkan album ke-4 mereka Islands (Desember 1971). Album ini lebih tenang dan gelap daripada 3 album pertama dan mencanangkan arah baru King Crimson yang lebih eksperimental. Dengan bergabungnya Bill Bruford (Yes) dan John Wetton (Family) di album Lark’s Tongue in Aspic (Maret 1973) penekanan terhadap improvisasi dan tensi dalam musiknya membuat sulit bagi para kritisi dan pendengerannya untuk mengkategorisasi musik King Crimson…Rock? Jazz? Avant-Garde?
Di awal 70-an supergroup ELP, Yes dan Genesis sudah menempatkan diri sebagai supergroup dan mainstream musik Progressive dan menjadi tonggak sub-genre Symphonic Progressive Rock karena pengaruh musik klasik-nya yang lebih dominan dibanding sub-genre lainnya. Perkembangan musik Progressive pada dekade 70-an melahirkan berbagai Sub-Genre dengan ciri khasnya masing-masing. Tumbuhnya bermacam-macam sub-genre Progressive pada saat itu menunjukkan kebebasan kreativitas yang berkembang saat itu baik dari para musisi yang mengekplorasi bermacam-macam jenis musik maupun dari perusahaan rekaman yang mendukung upaya-upaya eksperimentasi musisi tersebut. 
Cabang Progressive pertama berkembang dari di wilayah Canterbury di Inggris Selatan sehingga sub-genre ini dinamakan Canterbury Scene. Perkembangan musik Canterbury banyak dipengaruhi oleh musisi-musisi jazz seperti Charles Mingus, Ornette Coleman dan Thelonious Monk. Dari sebuah band bernama Wilde Flowers (yang sayangnya tidak pernah merekam album) lahir group-group Canterbury seperti Soft Machine, Caravan, Matching Mole, Gilgamesh, Hatfield & the North, National Health, dll.
Masih membawa pengaruh kuat musik Psychedelic, Pink Floyd setelah ditinggalkan peminpinnya Syd Barret juga mulai bereksperimen dengan sound yang lebih surialistis, avant-garde, menghanyutkan dan melahirkan sub-genre Space Rock. Dengan peran Roger Waters dan David Gilmore yang makin dominant, Pink Floyd menelurkan album-album yang bernuansa space psychedelic sampai maha karya mereka Dark Side of the Moon (Maret 1973). Pink Floyd bersama dengan group-group seperti Hawkwind, Gong, dll. Merupakan pionir sub-genre Space Rock.
Diseberang Selat Inggris, group Perancis Magma yang dipimpin oleh Christian Vander mengembangkan aliran tersediri yang sangat berbeda dengan style musik umumnya. Musik Magma yang dipengaruhi oleh legenda jazz John Coltrane serta composer Bela Bartok, Stockhausen begitu berbedanya seakan-akan dari planet yang lain sehingga diberi sub-genre tersediri: Zeuhl. Di pihak lain, kelompok Henry Cow dengan musik mereka yang sangat kompleks, penuh improvisasi dan lirik-lirik yang sangat politis melahirkan sub-genre sendiri yang oleh drummernya, Chris Cutler, dinamakan RIO (Rock-in-Opposition)
Masih banyak sub-genre Progressive yang merupakan label untuk memberi bayangan tentang musik karya ribuan artis Progressive antara lain Folk Prog untuk musik yang berbau Folk seperti Jethro Tull, Strawbs, Fairport Convention, dll. atau Electronic Prog dimana instrument keyboard elektronik (synthesizer, mellontron, dll) sangat dominant seperti Vangelis, Synergy, Tangerine Dream, dll dan Kraut Rock, label yang diberikan kepada group-group Jerman yang sangat unik (mungkin aneh) dan avant-garde seperti Faust, Can, Neu!, dll.
Perlu diperhatikan bahwa pembagian kedalam sub-genre sendiri bertentangan dengan semangat musik Progressive yang tidak mau dibatasi dan dikotak-kotak. Karya-karya musisi Progressive sangat beraneka ragam bahkan group yang sama dapat menghasilkan karya-karya yang mempunyai nuansa yang berbeda-beda (Klasik, Jazz, Minimalis, dll.).

1980-an – Masa Neo Prog
Menuju akhir tahun 70-an, musik Progressive mulai kehilangan pamornya digempur serangan musik Punk sebagai pemberontakan terhadap norma-norma generasi sebelum dan perlawanan kaum muda terhadap segala sesuatu yang mapan. Selain itu perusahaan rekaman berkembang menjadi industri rekaman yang merupakan big business. Album musik mulai dinilai sebagai “produk” yang dihargai dari segi “unit” yang terjual. Perusahaan rekaman tidak lagi memberi musisi kebebasan untuk berkarya (walaupun ada pengecualian) dan memaksa musisi untuk menghasilkan musik sesuai selera pasar.
Group-group Progressive dijuluki sebagai Dinosaur dan mulai punah dan mereka yang masih bertahan mulai meninggalkan musik Progressive. Robert Fripp sudah jauh hari membubarkan King Crimson pada tahun 1974 setelah me-release Red (Oktober 1974) karena merasa musik Progressive sudah mencapai puncaknya. Yes, setelah ditinggal John Anderson dan Rick Wakeman masih mengeluarkan album Drama (Agustus 1980) kemudian memutuskan untuk bubar (walaupun dengan anggota baru Trevor Rabin tapi dengan warna musik yang lebih mainstream di album 90125 tahun 1983). Genesis, setelah kehilangan Peter Gabriel kemudian Steve Hackett, memutuskan untuk mengambil jalan lebih sederhana setelah album And Then There Were Three…(April 1978). ELP setelah gagal dengan usaha untuk lebih komersial dalam album Love Beach (Oktober 1978) juga memutuskan untuk bubar
Namun, ketika api Progressive hampir padam, sekolompok musisi muda merevitalisasi Genre ini. Walaupun sound mereka lebih sederhana dan lebih bernuansa 80-an, band-band seperti Marillion, IQ, Twelfth Night, Pallas dan lain-lain dengan bangga mengibarkan bendera Progressive. Gaya dan style musik band-band baru melahirkan terminology baru Neo Progressive yang artinya Progressive baru.

1990-an – Gelombang Ke-Tiga
Musik Progressive mengalami kelahiran kembali di tahun 90-an, kali ini dengan cara yang lebih perlahan. Label-label independen, Internet dan Festival-festival Progressive di seluruh dunia memberikan jalur baik untuk musisi dan fans untuk memainkan dan mendengar musik Progressive. Musisi Progressive generasi baru merelease karya-karya yang dipengaruhi oleh band-band tahun 70-an dengan nuansa 90-an seperti Spock’s Beard, Flower Kings, Anglagard, dll.
Selain itu, band-band Progressive tahun 70-an juga mengalami kelahiran kembali dengan bergabungnya kembali band-band legendaries seperti ELP melalui album Black Moon (Juni 1992), Yes kembali ke jalur Progressive dengan Keys to Ascension 1 (Oktober 1996), Pink Floyd (tanpa Roger Waters) dengan album The Division Bell (Maret 1994) dan King Crimson lahir untuk ketiga kalinya dengan Vroom (Oktober 1994) setelah Robert Fripp membubarkan King Crimson era 80-an pada tahun 1984.

Era 90-an juga melahirkan beberapa Sub-Genre baru dalam semangat pembaruan. Pertama-tama adalah sub-genre Prog Metal yang menggabungkan kerasnya Heavy Metal dengan kemegahan dan kompleksitas Symphonic Prog yang dibawakan oleh seperti: Dream Theater, Angra, Fates Warning, Pain of Salvation, dll. Selain itu, dari musik New Wave dipengaruhi oleh musik Psychedelic, Industrial dan Minimalis lahirlah Post-Rock yang dipelopori oleh Talk Talk, Radiohead, Tortoise, dll.
Selama ada musisi yang masih menghasilkan karya kreatif dan original, selama musik masih berkembang dan tidak ingin terbelenggu dalam konvensionalisme maka musik Progressive Rock akan tetap hidup.
"DAN KALAU MAU TAU, BAND VANDALIST ITU BERAWAL DARI GENRE GRUNGE & PROGRESSIVE ROCK"
Makasi yaa udh mau baca.

Selasa, 31 Mei 2011

0 ..:: SEJARAH MUSIK BLUES ::..

Aliran musik vokal dan instrumental ini berasal dari Amerika Serikat tepatnya lahir dari etnis Afrika-Amerika di semenanjung Delta Mississippi dan mulai berkembang pesat pada akhir abad 19 M/ sekitar tahun1895. Blues muncul dari musik-musik spiritual dan pujian yang biasa dilantunkan komunitas kulit hitam asal Afrika di Amerika yang bekerja sebagai buruh tani, di mana saat mereka bekerja atau istirahat sore hari mereka selalu melantunkan pujian kepada Allah dan juga lagu-lagu sedih (blues) yang khas melodi ras Afrika, dan tentu saja dengan lirik-lirik budak yang tertindas saat itu.
Musik blues telah terbukti berakar dari tradisi kaum Muslim di Afrika Barat, hal ini telah di buktikan

oleh Sylviane Diouf seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York. Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua buah rekaman di hadapan publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard, yaitu :
  1. Rekaman yang berisi lantunan adzan/ panggilan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat;
  2. Rekaman yang berisi lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun lalu yang dikenal dengan nama Levee Camp Holler.
Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh Muslim kulit hitam asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca perang sipil. Lirik lagu Levee Camp Holler yang diperdengarkan Diouf itu terdengar seperti panggilan adzan dan berisi tentang keagungan Allah. Seperti halnya lantunan adzan, lagu itu menekankan kata-kata yang terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau antara lagu Blues Levee Camp Holler yang mirip adzan juga merupakan bukti adanya hubungan antara keduanya.
Jonathan Curiel dalam tulisannya bertajuk Muslim Roots, US Blues, mengungkapkan bahwa publik Amerika perlu berterima kasih kepada umat Islam dari Afrika barat yang tinggal di Amerika sekitar tahun 1600hingga pertengahan 1800 M, banyak penduduk kulit hitam dari Afrika barat yang dibawa paksa ke Amerika dan dijadikan budak.

Menurut para sejarawan sekitar 30% budak dari Afrika barat yang dipekerjakan secara paksa di Amerika adalah Muslim. Meski oleh tuannya dipaksa untuk menganut Kristen namun banyak dari mereka tetap menjalankan agama Islam serta kebudayaan asalnya, mereka melantunkan ayat-ayat Alquran setiap hari.

Sejarah juga mencatat bahwa para pelaut Muslim dari Afrika barat adalah yang pertama kali menemukan benua Amerika sebelum Columbus. Jadi secara historis kaum Muslim telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Columbus menemukannya (Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation).

Pengaruh lainnya yang diberikan komunitas kulit hitam yang beragama Muslim di Amerika terhadap musik blues adalah alat-alat musik yang bisa mereka minkan. Pada awalnya lagu blues hanya dinyanyikan tanpa iringan instrument, kemudian baru mereka mempergunakan alat petik gitar sebagai iringan. Pada era perbudakan di Amerika, orang kulit putih melarang mereka menabuh drum karena khawatir akan menumbuhkan perlawanan para budak. Namun penggunaan alat musik gesek yang biasa dimainkan umat Islam dari Afrika diizinkan untuk dimainkan karena mirip biola. Guru besar Ethnomusikologi dari Universitas Mainz Jerman bernama Prof Gehard Kubik mengatakan alat musik banjo Amerika juga berasal dari Afrika.

Secara khusus Prof Kubik menulis buku tentang relasi musik blues dengan peradaban Islam di Afrika barat berjudul "Africa and the Blues" yang diterbitkan University Press of Mississippi pada 1999. Secara akademis Prof Kubik telah membuktikan gaya vokal kebanyakan penyanyi blues menggunakan melisma, intonasi bergelombang,. Gaya vokal seperti itu merupakan peninggalan masyarakat di Afrika barat yang telah melakukan kontak dengan dunia Islam sejak abad ke 7 dan ke 8 M. Melisma menggunakan banyak nada dalam satu suku kata.

Sedangkan intonasi bergelombang merupakan rentetan dari mayor ke skala minor dan kembali lagi, hal ini sangat umum digunakan saat kaum Muslim melantunkan adzan dan membaca Alquran. Lantunan adzan dan ayat-ayat Alquran dari para Muslim kulit hitam di Amerika mengandung musikalitas. Dalam sebuah jamaah di New Jersey, ketika berkumpul dan sang imam datang ada ratusan orang melantunkan doa yang terdengar sangat musikal seperti yang orang Amerika menyebutnya "Blues". Begitulah tradisi Islam di Amerika telah melahirkan sebuah aliran musik bernama Blues.

Saat ini musik blues mempengaruhi perkembangan musik jazz, country dan rock. Dan perkembangan blues sangat dipengaruhi lingkungan urban maupun desa Amerika, dimana ras Afrika mendominasi gaya musik blues. Para pemusik blues dan pencipta blues rata-rata orang kulit hitam Amerika. Musik yang menerapkan blue note dan pola call and response itu diyakini publik Amerika dipopulerkan oleh WC Handy (1873-1958) yang dianggap sebagai bapak blues. Lagu Aunt Hagar's Children dan Saint Louis Blues diterbitkan masing-masing pada tahun 1914-1921.
.::BANGGA KAN JADI ORANG ISLAM::.

::: yuk dicomment**
yang request sejarah jazz nanti yaa,, dipostingan selanjutnya..

SEMOGA BERMANFAAT.

komentar

Wanita terindah..

VANDALIST - Terserah saja (single hits)

VANDALIST - Mengertilah

VANDALIST - tanpamu

VANDALIST - Akhiri saja (feat : adent)

Vandalist - wanita terindah

VANDALIST - Benci (feat: Adent)